Pergi kerja, ketemu macet. Ketemu angkutan, mobil, motor atau pedagang yang suka seenaknya dijalanan dan bikin pagi yang (harusnya bisa) indah rusak cuma gara-gara berebut jatah jalanan.
Sampai kantor, kerjaan menumpuk. Kok kayaknya tugas nggak ada selesai-selesainya. Kemarin udah stress sama deadline, lha kok ini yang nyangkut nunggu diselesaikan secara adat juga masih banyak. Belum lagi harus berurusan sama bos yang kadang nggak ngerti kondisi anak buahnya atau temen kerja yang mau seenaknya sendiri. What a day!
Perjalanan pulang, Shyt! harus ketemuan mesra lagi sama si macet. Mau pulang naik apapun, hukumnya udah wajib kecup-kecup cantik dulu sama antrian kendaraan yang berisi orang bernasib sama. Makin stress lah!
Sampai rumah, harapan untuk bisa leha-leha sebentar pupus dengan sempurna karena banyak waktu yang terbuang di jalan dan sampai rumah dalam keadaan lemas lunglai. Belum lagi harus meladeni tuntutan pacar untuk di telepon, orang tua yang ngajak ngobrol atau adik kakak yang iseng kayak nggak tahu segala kepahitan yang kita alami seharian. Udahlah! TV, Ipod, laptop atau DVD yang biasa jadi pelipur lara pun dengan terpaksa nggak tersentuh karena besok harus berangkat pagi lagi. Mengulang kejadian tepat dari awal. Dan hanya bisa berharap cepat bertemu dia yang bernama weekend.
Is that routine seems like one of you weekday? or every days on your life?
That is sounds alike to my some-bad-day. Hari yang saya kutuk habis-habisan. Hari dimana saya biasanya merasa seribu kali lebih lelah dari hari lainnya. Shyt happens right?! Kecuali kita hidup di dunia fantasi, it seems impossible for us to have such a perfect day every single day.
But hey, we’re alive arent we? We’re still breathing freely, Kita masih bisa lihat muka-muka yang kita sayang. Masih bisa ngakak habis-habisan baca tweet war artis. Masih bisa senyum sendiri waktu satu lift sama gebetan di kantor. Masih ada pelangi setelah hujan badai (oke, saya mulai terdengar kayak lirik lagunya Katy Perry ya? Maafkan)
In your shitty day, there’s always a good thing happened. Good thing that you forget to notice. Why? Because you’re heavily put all your mind on all those bad things. Sebegitu tahiks-nya hari, sampai kita lupa kalau cuaca hari itu menyenangkan. Lupa kalau sarapan yang disiapkan nyokap sebelum pergi pas banget sama selera dan porsi yang kita mau. Lupa kalau pacar tersayang rela membangunkan pagi-pagi demi supaya kita berangkat tepat waktu.
Nggak apa kok sesekali lupa. Sometimes i do too :)
This image reminds me though. Reminds me to always be thankful for the day I have live. For every single day we live. And those grateful thinking makes my life taste sweeter. Nggak ada lagi stress sama macet karena kita sedang asik menikmati lagu yang diputar di radio atau music player. Nggak ada lagi deadline mengganggu karena pekerjaan yang kita lakukan adalah sesuatu yang kita cintai. Nggak ada lagi rekan kerja rese karena kita dikelilingi teman-teman yang menyenangkan.
Life is all about choices. You can be mad at the world for every day of your life and being miserable. Or you can be thankful and finds joy in every lemonade life gives you.
Me, i choose to be thankful. Ada hal jelek yang ga bisa dihindari, tapi ada juga hal menyenangkan yang bisa dinikmati.
So have you being thankful for today?
(Source: juju-monst3r, via elfvics)
Pergi kerja, ketemu macet. Ketemu angkutan, mobil, motor atau pedagang yang suka seenaknya dijalanan dan bikin pagi yang...